memilih-toko-alat-kesehatan-678x381Perguruan Tinggi (PT) yang menyelenggarakan Program Studi (Prodi) Elektromedik di Indonesia masih langka. Pada awalnya hanya terdapat satu PT penyelenggara Prodi Elektromedik di Jakarta dan itupun hanya tingkat Diploma III. Sedangkan saat ini, baru terdapat di 10 PTN dan PTS dan kebanyakan jenjang D3.

Hal itu diungkapkan Ketua DPP Ikatan Ahli Teknik Elektromedik (Ikatemi) pusat, Agus Komarudin ST MT dalam workshop sehari tentang pembelajaran dan program sertifikasi bagi lulusan Prodi Elektromedik, di kampus Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo), baru-baru ini. Turut tampil berbicara Sekretaris DPP Ikatemi, Hj Mamurotun ST MSi. Acara ini diselenggarakan Fakultas Sains dan Teknologi Unriyo, untuk meningkatkan mutu pembelajaran serta lebih memahami seluk-beluk Prodi S1 Teknik Elektro dengan peminatan Elektromedik.

Menurut Agus, saat ini banyak alat-alat kesehatan di rumah sakit (RS), baik negeri maupun swasta yang mubazir atau tidak bisa terawat dengan baik. Hal ini karena tidak adanya tenaga profesional yang dapat merawat dan mengoperasikan dengan baik, sehingga kegunaan alat-alat kesehatan tersebut belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Peran dan tanggung jawab profesi elektromedik tidak sebatas merawat saja, tetapi termasuk di dalamnya merencanakan pembelian sesuai kebutuhan, mengawasi, mengembangkan, mengevaluasi efektivitas alat yang sudah dibeli serta mengevaluasi teknologi yang dipergunakan.

“Tanggung jawab dan tugas profesi Elektromedik meliputi sarana pelayanan di rumah sakit maupun Puskesmas. Alat kesehatan yang biasa dipakai melingkupi Peralatan Medical Internis, Peralatan Spesialis Bedah, Peralatan Spesialis Obsgin dan Spesialis Syaraf,” paparnya.

Dengan semakin pentingnya profesi elektromedik saat ini, lanjut Agus, semakin terbuka peluang kerja bagi lulusan ini. Dalam UU Pendirian Rumah Sakit maupun dalam UU Kesehatan disebutkan, sebuah RS harus memiliki tenaga teknik yang dapat merawat atau memelihara peralatan kesehatan yang dimiliki. Kebutuhan ideal yang dimaksud, sebuah RS tipe A harus memiliki minimal 9 tenaga teknik Elektromedik. Saat ini jumlah lulusan Elektromedik baru tersedia 4.500 orang tersebar di RS negeri, swasta maupun profesi lain di lingkungan instansi kesehatan lainnya.

Rektor Unriyo, Prof Dr dr Santoso MS SpOk mengatakan, melihat peluang yang masih sangat terbuka itu, Unriyo yang mempunyai Prodi Teknik Elektro dengan peminatan Elektromedik berusaha untuk meningkatkan kualitas dan fasilitas pembelajaran.

Leave us a reply

*

*